Featured Articles

Decoration

All Stories

Chord Gaby - Begitu Indah

Intro : C am C am

C
Bila cinta... menggugah rasa
Am
Begitu indah... mengukir hatiku
F
Menyentuh jiwaku...
G
Hapuskan semua gelisah

C
Duhai cintaku... duhai pujaanku
Am
Datang padaku... dekat disampingku
F G
Ku ingin hidupku selalu dalam peluknya


Reff 1:
G F
Terang saja... aku menantinya
G F
Terang saja... aku mendambanya

G F
Terang saja aku merindunya
G F C
Karena dia... karena dia... begitu indah

Int: C Am C Am

C
Duhai cintaku... pujaan hatiku
Am
Peluk diriku... dekaplah jiwaku
F
Bawa ragaku melayang
G
Memeluk bintang

Kembali ke: Reff 1

Reff 2:
G F
Terang saja... aku menantinya
G F
Terang saja... aku mendambanya
G F
 Terang saja... aku merindunya
G F
Karena dia... karena dia...
C
Begitu indah...

Am F G C
Begitu indah... begitu indah...
Am F G
Begitu indah...

lnt: C Am FG (3x)
C Am

F G C
Begitu ... begitu indah...
Thursday, March 21, 2013 - By Unknown 0

Pengertian, Karakteristik, Dan Langkah Langkah Metode Ilmiah

Pengertian Metode Ilmiah

        Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.


Karakterisasi

        Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan; pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan/atau perhitungan yang cermat. Proses pengukuran dapat dilakukan dalam suatu tempat yang terkontrol, seperti laboratorium, atau dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia. Proses pengukuran sering memerlukan peralatan ilmiah khusus seperti termometer, spektroskop, atau voltmeter, dan kemajuan suatu bidang ilmu biasanya berkaitan erat dengan penemuan peralatan semacam itu. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam tabel, digambarkan dalam bentuk grafik, atau dipetakan, dan diproses dengan perhitungan statistika seperti korelasi dan regresi. Pengukuran dalam karya ilmiah biasanya juga disertai dengan estimasi ketidakpastian hasil pengukuran tersebut. Ketidakpastian tersebut sering diestimasikan dengan melakukan pengukuran berulang atas kuantitas yang diukur


>>Langkah-langkah yang ditempuh dalam metode ilmiah adalah sebagai berikut:

1.Perumusan masalah

              Perumusan masalah adalah langkah awal dalam melakukan kerja ilmiah. Masalah adalah kesulitan yang dihadapi yang memerlukan penyelesaiannya atau pemecahannya. Masalah penelitian dapat di ambil dari masalah yang ditemukan di lingkungan sekitar kita, baik benda mati maupun makhluk hidup. Misalnya, saat kamu berada di pantai dan mengamati ombak di lautan. Pada saat itu di pikiranmu mungkin timbul pertanyaan, mengapa terjadi ombak? Atau, bagaimanakah cara terjadinya ombak?

Untuk dapat merumuskan permasalahan dengan tepat, maka perlu melakukan identifikasi masalah.Agar permasalahan dapat diteliti dengan seksama, maka perlu dibatasi. Pembatasan diperlukan agar kita dapat fokus dalam menyelesaikan penelitian kita.

Hal-hal yang harus diperhatikan di dalam merumuskan masalah, antara lain sebagai berikut :

    a. Masalah hendaknya dapat dinyatakan dalam bentuk kalimat Tanya.

    b. Rumusan masalah hendaknya singkat, padat, jelas dan mudah dipahami. Rumusan masalah yang terlalu panjang akan sulit dipahami dan akan menyimpang dari pokok permasalahan.

    c. Rumusan masalah hendaknya merupakan masalah yang kemungkinan dapat dicari cara pemecahannya. Permasalahan mengapa benda bergerak dapat dicari jawabannya dibandingkan permasalahn apakah dosa dapat diukur.

2.Perumusan hipotesis

        Ketika kita mengajukan atau merumuskan pertanyaan penelitian, maka sebenarnya pada saat itu jawabanya sudah ada dalam pikiran. Jawaban tersebut memang masih meragukan dan bersifat sementara, akan tetapi jawaban tersebut dapat digunakan untuk mengarahkan kita untuk mencari jawaban yang sebenarnya. Pernyataan yang dirumuskan sebagai jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian disebut sebagai hipotesis penelitian. Hipotesisi penelitian dapat juga dikatakan sebagai dugaan yang merupakan jawaban sementara terhadap masalah sebelum dibuktikan kebenarannya. Oleh karena berupa dugaan maka hipotesis yang kita buat mungkin saja salah. Ileh karena itu, kita harus melakukan sebuah percobaan untuk menguji kebenaran hipotesis yang sudah kita buat

3. Perancangan penelitian

        Sebelum dilakukan penelitian terlebih dahulu harus dipersiapkan rancangan penelitiannya. Rancangan penelitian ini berisi tentang rencana atau hal-hal yang harus dilakukan sebelum, selama dan setelah penelitian selesai. Metode penelitian, alat dan bahan yang diperlukan dalam penelitian juga harus disiapkan dalam rancangan penelitian.Penelitian yang kita lakukan dapat berupa penelitian deskriptif maupun penelitian eksperimental. Penelitian deskripsi merupakan penelitian yang memberikan gambaran secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta dan sifat-sipat objek yang diselidiki. Contoh dari penelitian deskriptif, misalnya penelitian untuk mengetahui populasi hewan komodo yang hidup di Pulau komodo pada tahun 2008.

Adapun penelitian eksperimental merupakan penelitian yang menggunakan kelompok pembanding. Contoh penelitian eksperimental, misalnya penelitian tentang perbedaan pertumbuhan tanaman di tempat yang terkena matahari dengan pertumbuhan tanaman di tempat yang gelap.Selain rancangan penelitian, terdapat beberapa faktor lain yang juga harus diperhatikan. Faktor pertama adalah variabel penelitian, sedangkan yang kedua adalah populasi dan sampel. Variabel merupakan faktor yang mempengaruhi hasil penelitian. Populasi merupakan kumpulan/himpunan dari semua objek yang akan diamati ketika melakukan penelitian, sedangkan sampel merupakan himpunan bagian dari populasi. 
Di dalam penelitian, variabel dapat dibedakan menjadi :

     a. Variabel bebas yaitu variabel yang sengaja mengalami perlakuan atau sengaja diubah dan dapat  menentukan variabel lainnya (variabel terikat)

     b. Variabel terikat yaitu variabel yang mengalami perubahan dengan pola teratur (dipengaruhi oleh variabel bebas)

     c. Variabel control yaitu variabel yang digunakan sebagai pembanding dan tidak mengalami perlakuan  atau tidak diubah-ubah selama penelitian.


4. Pelaksanaan penelitian

langkah langkah pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut :

a. Persiapan penelitian biasanya diwujudkan dalam pembuatan rancangan penelitian. Alat, bahan, tempat, waktu dan teknik pengumpulan data juga harus dipersiapkan dengan baik.

b. Pelaksanaan

1. Pengumpulan/pengambilan data

a) Data kualitatif merupakan data yang diperoleh dari hasil pengamatan dengan menggunakan alat indra, seperti indra penglihatan (mata), indra penciuman (hidung), indra pengecap (lidah), indra pendengaran (telinga), dan indra peraba (kulit). Contohnya adalah ketika kita melakukan pengamatan buah mangga maka data kualitatif yang dapat kita peroleh adalah mengenai rasa buah, warna kulit, dan daging buah, serta wangi atau aroma buah.

b) Data kualitatif merupakan data yang diperoleh dari hasil pengukuran sehingga akan diperoleh data berupa angka-angka. Contohnya adalah data mengnai berat buah mangga,ketebalan daging buah, diameter buah mangga.

2. Pengolahan data, setelah data-data yang kita perlukan berhasil dikumpulkan maka tahapan selanjutnya adalah melakukan pengolahan atau analisis data. Data yang kita peroleh dapat ditulis atau kita nyatakan dalam beberapa bentuk, seperti table, grafik dan diagram.

3. Menarik kesimpulan, setelah pengolahan data melalui analisis selesai dilakukan maka kita dapat mengetahui apakah hipotesis yang kita buat sesuai dengan hasil penelitian atau mungkin juga tidak sesuai. Selanjutnya kita dapat mengambil kesimpilan dari penelitian yang telah kita lakukan. Kesimpulan yang kita peroleh dari hasil penelitian dapat mendukung hipotesis yang kita buat, tetapi kesimpulan yang kita ambil harus dapat menjawab permasalahan yang melatarbelakangi penelitian.


5. Pelaporan penelitian

Sistematika penyusunan laporan penelitian

a. Pendahuluan, bagian pendahuluan merupakan bagian awal dari laporan hasil penelitian dan berisi tentang latar belakang dilaksanakannya penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan hipotesis

b. Telaah kepustakaan/kajian teori, bagian kajian teori merupakan bagian yang berisi tentang hasil telaah yang dilakukan oleh peneliti terhadap teori

c. Metode penelitian, berisi segala sesuatu yang dilakukan oleh peneliti mulai dari persiapan, pelaksanaan dan akhir dari sebuah penelitian. Bagian metode penelitian berisi tentang teknik pengambilan data, cara atau teknik pengolahan data, populasi dan sampel, alat, bahan, tempat dan waktu penelitian.

d. Hasil dan pembahasan penelitian, berisi tentang data hasil penelitian yang berhasil dikumpulkan selama penelitian. Data yang diperoleh disampaikan dalam bentuk grafik, tabel , atau diagram.

e. Kesimpulan dan saran, berisi tentang kesimpulan yang dihasilkan merupakan jawaban terhadp hipotesis yang sudah diuji kebenarannya. Saran dari peneliti kepada pihak lain, yaitu pembaca dan bagi peneliti lainnya untuk melakukan penelitian-penelitian selanjutnya.



http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah

http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah





Wednesday, March 20, 2013 - By Unknown 0

Merumuskan Dan Memilih Masalah Penelitian

Masalah penelitian berbeda dengan masalah-masalah lainnya. Tidak semua masalah kehidupan dapat menjadi masalah penelitian. Masalah penelitian terjadi jika ada kesenjangan (gap) antara yang seharusnya dengan kenyataan yang ada, antara apa yang diperlukan dengan yang tersedia antara harapan dan kenyataan.
1. Kriteria Masalah Penelitian
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih masalah penelitian.
a. Memiliki nilai penelitian
Masalah yang akan dipecahkan akan berguna atau bermanfaat yang positif.
b. Memiliki fisibilitas
Fisibilitas artinya masalah tersebut dapat dipecahkan atau dijawab.
Faktoryang perlu diperhatikan, antara lain:
1. Adanya data dan metode untuk memecahkan masalah tersebut,
2. batas-batas masalah yang jelas,
3. adanya alat atau instrumen untuk memecahkannya,
4. adanya biaya yang diperlukan, dan
5. tidak bertentangan dengan hukum.
c. Sesuai dengan kualitas peneliti
Sesuai dengan kualitas peneliti artinya tingkat kesulitan masalah disesuaikan dengan tingkat kemampuan peneliti.

2. Rumusan Masalah Penelitian yang Baik
Rumusan masalah penelitian yang baik, antara lain:
a. Bersifat orisinil, belum ada atau belum banyak orang lain yang meneliti masalah tersebut.
b. Dapat berguna bagi kepentingan ilmu pengetahuan dan terhadap masyarakat.
c. Dapat diperoleh dengan cara-cara ilmiah.
d. Jelas dan padat, jangan ada penafsiran yang lain terhadap masalah tersebut.
e. Dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.
f. Bersifat etis, artinya tidak bertentangan atau menyinggung adat istiadat, ideologi, dan kepercayaan agama.

3. Sumber Masalah Penelitian
Sumber masalah penelitian, antara lain:
a. Buku bacaan atau laporan hasil penelitian.
b. Pengamatan sepintas.
c. Pernyataan pemegang otoritas.
d. Perasaan intuisi.
e. Diskusi, seminar, dan pertemuan ilmiah lainnya.

Berdasarkan topik atau masalah penelitian yang telah ditemukan maka dapat dilakukan tahapan-tahapan penelitian berikutnya.
Studi Pendahuluan dan Merumuskan Masalah
1. Studi Pendahuluan
Setelah calon peneliti memilih dan menemukan masalah, langkah selanjutnya adalah melakukan studi pendahuluan yang bertujuan untuk mendalami permasalahan sehingga calon peneliti benar-benar dapat mempersiapkan perencanaan selanjutnya.
Studi pendahuluan ini mempunyai tujuan sebagaj berikut.

a. Agar peneliti tidak mengulang hasil penelitian orang lain.
b. Mengetahui dengan pasti apa yang diteliti.
c. Mengetahui di mana atau kepada siapa data atau informasi dapat diperoleh.
d. Memahami bagaimana teknik atau cara memperoleh data atau informasinya.
e. Dapat menentukan metode yang tepat untuk menganalisis data atau informasi tersebut.
f. Memahami bagaimana harus mengambil kesimpulan dan cara memanfaatkan hasilnya.
g. Studi pendahuluan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

1. Studi kepustakaan, yaitu membaca artikel, paper, buku-buku teori yang terkait, hasil penelitian sebelumnya, dan sebagainya.
2. Bertanya, berkonsultasi dengan seseorang yang dianggap ahli atau narasumber.
3. Kunjungan ke lokasi atau ke daerah di mana masalah penelitian itu bersumber.

2. Merumuskan Masalah
Setelah pengidentifikasian, pemilihan masalah, dan melakukan studi pendahuluan serta sudah yakin terhadap masalah yang dipilih, kemudian dilakukan perumusan masalah penelitian. Hasil perumusan masalah itu dapat dijadikan topik atau judul penelitian.
Perumusan masalah penelitian harus memenuhi kriteria sebagai berikut.
a. Masalah biasanya dirumuskan daalam bentuk pertanyaan.
b. Rumusan masalah harus jelas, padat, dan dapat dipahami oleh orang lain.
c. Rumusan masalah harus mengandung unsure data yang mendukung pemecahan masalah penelitian.
d. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat kesimpulan sementara (hipotesis).
e. Masalah harus menjadi dasar bagi judul penelitian.
Hipotesis
>Pengertian Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan sementara tentang suatu hal yang bersifat sementara dan belum dibuktikan kebenarannya secara empiris dan ilmiah.

>Fungsi Hipotesis
Secara singkat hipotesis berfungsi sebagai
berikut.
a. Untuk merumuskan jawaban sementara terhadap pertanyaan-pertanyaan yang muncul sehubungan dengan peristiwa yang terjadi
b. Untuk menguji kebenaran suatu teori, pendapat, atau pernyataan.
c. Untuk memberi ide dalam mengembangkan suatu teori atau pendapat.
d. Untuk memperluas dan menjuruskan pengetahuan dan pengertian kita terhadap gejala-gejala yang akan diteliti.


3. Merumuskan Hipotesis
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan hipotesis adalah sebagai berikut.
A.Hipotesis harus bertalian dengan teori tertentu, maksudnya hipotesis itu harus didasarkan pada teori-teori yang telah ada dalam literatur atau buku-buku ilmu pengetahuan.
B. Hipotesis harus dapat diuji dengan data-data empiris, maksudnya hipotesis itu harus dapat dites berdasarkan hasil data-data penelitian yang terkumpul. Itulah sebabnya hipotesis tidak boleh mengandung unsur-unsur moral, sikap, atau nilai-nilai.
Kemampuan menentukan anggapan dasar dalam penelitian dapat digali melalui:
a. Banyak membaca buku, surat kabar, dan sebagainya.
b. Banyak mendengar berita, ceramah, dan pembicaraan.
c. Banyak berkunjung ke tempat-tempat tertentu yang berhubungan dengan penelitian.
d. Mengadakan praduga, mengabstraksi berdasarkan perbendaharaan pengetahuannya.

4. Jenis-jenis Hipotesis

Berdasarkan bentuknya, hipotesis ada tiga macam, yaitu:
a. Hipotesis kerja
Hipotesis kerja juga disebut hipotesis alternatif
(Ha).
Hipotesis kerja menyatakan adanya hubungan antara variabel X dan Y atau adanya perbedaan antara dua kelompok tertentu
1. Jika … maka …
Contoh: Jika program KB terlaksana, maka laju pertumbuhan penduduk Indonesia dapat dikendalikan.
2. Ada perbedaan antara … dan …
Contoh: Ada perbedaan antara penduduk kota dan penduduk desa dalam berperilaku.
3. Ada pengaruh … terhadap …
Contoh: Ada pengaruh dari adanya listrik masuk desa terhadap perubahan pola kehidupan masyarakat desa.

b. Hipotesis nol (nullhypotheses)
Hipotesis nol sering disebut hipotesis statistik karena biasa dipakai dalam penelitian yang bersifat statistik, yaitu diuji dengan perhitungan statistik. Hipotesis nol menyatakan tidak adanya perbedaan antara dua variabel atau tidak adanya pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Rumusan hipotesis nol sebagai berikut.
1. Tidak ada perbedaan antara … dengan …
Contoh: Tidak ada perbedaan antara siswa kelas I dengan siswa kelas III dalam disiplin belajar.
2. Tidak ada pengaruh …dengan …
Contoh: Tidak ada pengaruh antara jarak rumah ke sekolah dengan mengikuti pelajarandi sekolah.

c. Hipotesis statistik
Hipotesis statistik, yaitu hipotesis yang menyatakan hasil observasi tentang populasi (manusia atau benda) dalam bentuk kualitatif.

5. Menguji Hipotesis
Suatu hipotesis harus diuji atau dites berdasarkan data empiris. Berdasarkan data penelitian yang terkumpul, hipotesis harus kita uji kebenarannya.
Memilih Subjek (Populasi dan Sampel) Penelitian
Setelah kita selesai menentukan topik penelitian dan merumuskan pertanyaan penelitian dalam bentuk perumusan masalah dan hipotesis, langkah selanjutnya adalah memilih subjek penelitian, yaitu menetapkan populasi dan sampel.
1. Populasi
Populasi adalah sekelompok orang, benda, atau hal-hal yang menjadi sumber pengambilan sampel
atau sekumpulan orang, benda, atau hal yang memenuhi syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian ilmiah. Memilih populasi sebagai subjek tentunya harus disesuaikan dengan topik atau masalah yang telah ditentukan.
2. Sampel
Sampel (sampling) adalah sesuatu yang dijadikan contoh atau sejumlah tertentu dari keseluruhan populasi yang dijadikan contoh atau subjek penelitian.
Wednesday, March 20, 2013 - By Unknown 0

Ku Tangisi Hari-Hari Ku Yang Sia-Sia

Wajah saudariku memucat, tubuhnya mengering. Meskipun begitu, ia tetap selalu membaca al-Qur’an. Jika engkau mencarinya, ia akan senantiasa rukuk, sujud, dan menengadahkan kedua tangannya ke langit.
 Begitulah yang selalu ia lakukan, baik di pagi hari, sore, bahkan tengah malam tanpa jemu.
 Sementara itu, aku lebih suka membaca majalah sastra dan buku cerita, atau menonton video.
 Kewajibanku terbengkalai, bahkan shalatku berantakan. Kendati video sudah kumatikan, tapi aku masih asyik menonton film selama tiga jam berturut-­turut.
Nah, kini adzan berkumandang di mushalla dekat rumahku. Aku kembali ke tempat tidur.
 Suara saudariku terdengar memanggilku dari mushalla.
“Ya, apa yang engkau inginkan, Naura?” kataku.
Dengan suara datar saudariku bilang, “Jangan dulu tidur sebelum shalat subuh.”
Oh, satu jam lagi baru shalat subuh, karena yang kudengar kali ini baru adzan pertama. Dengan suara yang lembut -begitulah kebiasaan saudariku, bahkan sebelum menderita penyakit ganas yang jatuh terbaring di ranjang- saudariku memanggilku, “Kemarilah, Hanna, duduklah di dekatku.”
Aku tidak kuasa menolak permintaannya. Engkau pun juga pasti begitu. Jika merasakan ketulusan dan kejernihannya, engkau akan tunduk memenuhi ke­inginannya.
“Ada apa, Naura?” kataku.
“Duduklah!”
“Ini aku sudah duduk, ada apa?” desakku.
Dengan suara yang merdu dan welas asih saudariku membacakan ayat Al-Qur’an,
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati, dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu” (Ali ‘Imran: 185).
Sejenak ia terdiam. Setelah itu, ia bertanya kepadaku, “Bukankah engkau percaya pada kematian?”
“Ya, aku percaya,” jawabku.
“Bukankah engkau percaya kalau setiap amalmu kelak akan dihisab, baik yang kecil maupun yang besar?”
“Ya, tetapi Allah Maha Penyayang dan perjalanan masih panjang,” jawabku.
“Saudariku, apakah engkau tidak khawatir kematian datang secara tiba-tiba? Lihatlah Hindun lebih muda darimu, ia meninggal dunia karena kecelakaan. Lihatlah si ini dan ini. Kematian tidak mengenal usia.”
Dengan suara ketakutan, karena suasana gelap di mushalla, aku berkata, “Aku sudah takut pada kegelapan. Sekarang engkau menakut-nakutiku dengan kematian. Kalau begitu, bagaimana aku bisa tidur? Kukira engkau ingin memberitahuku bisa ikut pergi bersama kami di liburan ini.”

Tiba-tiba suara saudariku kertak-kertuk di teng­gorokan. Hatiku begidik. Ia berkata, “Mungkin tahun ini aku akan pergi jauh, ke tempat yang berbeda. Bisa jadi begitu, Hanna. Usia itu di tangan Allah.”
Setelah berkata demikian, saudariku menangis. Aku mulai memikirkan penyakit ganas yang ia derita. Diam-diam dokter memberi tahu ayahku bahwa karena penyakit yang diderita, usia saudariku tidak lama lagi. Tetapi, siapa yang membocorkan hal itu pada saudariku? Ataukah dig sedang merasakan hal itu?
“Apa yang engkau pikirkan?” kata saudariku membuyarkan pikiranku. “Apakah engkau kira aku berkata begitu karena aku sakit? Tidak. Bisa jadi aku hidup lebih lama daripada orang yang sehat. Dan engkau sendiri sampai kapan akan hidup? Ketahuilah, Hanna, hidup itu hanya sementara. Kemudian apa? Tiap-tiap kita akan pergi meninggalkan dunia ini; ke surga atau neraka. Tidakkah engkau mendengar firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
”Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung” (Al Ilmran: 185).’”
“Engkau akan baik-baik saja,” kataku seraya berlari meninggalkannya. Perkataan saudariku terngiang-ngiang di telingaku.
“Semoga Allah memberikan petunjuk-Nya kepadamu. Jangan lupa shalat yang delapan di pagi hari.”
Tidak lama setelah itu, aku mendengar pintu kamarku diketuk orang. Jelas ini bukan waktunya aku bangun tidur. Kudengar isak tangisan dan gemuruh suara banyak orang. Apa yang terjadi? Oh, ternyata keadaan Naura mem­buruk, ayah segera melarikannya ke rumah sakit.
Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, ternyata tahun ini tidak jadi berangkat jalan-jalan. Tahun ini aku ditakdirkan untuk tinggal di rumah. Jam satu siang, ayah datang dari rumah sakit.
“Engkau bisa menjenguknya sekarang, ayo cepat,” kata ayah kepadaku.
Menurut ibu, suara ayah mengisyaratkan kegun­dahan. Suaranya berubah. Mantel telah di tangan, lalu di mana supir? Kami pun segera meluncur ke rumah sakit. Jalan yang kami telusuri bersama supir untuk jalan-jalan biasanya tampak pendek. Tetapi, hari ini tampak panjang, bahkan sangat panjang. Di manakah gerangan keru­munan orang yang membuatku menoleh kanan-kiri? Di sampingku ibuku berdoa untuk saudariku.
“Dia anak yang saleh dan taat. Aku belum pernah melihatnya menyia-nyiakan waktu,” kata ibuku lirih.
Memasuki pintu luar rumah sakit, kami menyaksikan pemandangan banyak pasien. Ada pasien yang mengerang- erang, ada korban kecelakaan, dan ada pula yang matanya cekung. Engkau barangkali tidak bisa membedakan, apakah mereka penghuni dunia atau akhirat. Sebuah pemandangan aneh yang belum pernah kusaksikan sebelumnya. Segera kami menelusuri anak tangga. Ternyata, saudariku dirawat di ruang ICU.
Seorang perawat menenangkan ibuku. Ia bilang keadaan saudariku membaik setelah sempat pingsan. Di rumah sakit itu tidak diperkenankan masuk ke ruang perawatan pasien lebih dari satu orang, apalagi ini ruang ICU. Di tengah kerumunan para dokter, melalui jendela kecil kulihat mata saudariku, Naura, melihatku. Adapun ibuku berdiri di sisinya. Dua menit kemudian, ibuku keluar karena tidak sanggup membendung air matanya. Mereka mengizinkanku masuk, asal tidak terlalu banyak berbicara dengan pasien. Dua menit sudah cukup.
“Apa kabar, Naura?” sapaku.
“Sore kemarin aku baik-baik saja.”
“Apa yang terjadi padamu?
Setelah memagang tanganku, saudariku bilang, “Sekarang, alhamdulillah aku baik-baik saja.”
“Alhamdulillah, tapi mengapa tanganmu dingin?” kataku.
Aku duduk di pinggiran dipan sembari memegangi betis Naura.
“Apakah sebaiknya jauhkan yang kiri dari yang kanan, kasihan jika engkau sampai merasa terhimpit,” kataku.
“Tidak, aku hanya memikirkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
‘Dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan). Kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau. ” (Al-Qiyamah: 29-30)

Hanna, doakanlah aku, karena mungkin sebentar lagi aku akan mengawali hari akhiratku. Perjalananku begitu jauh, tetapi bekal yang kubawa teramat sedikit.”
Mendengar perkataan saudariku, air mataku tumpah tak terasa. Aku menangis, tak peduli sedang berada di mana. Aku terus menangis. Ayah kelihatannya lebih mengkhawatirkanku daripada Naura. Memang, mereka tidak terbiasa melihatku menangis dan menyendiri di kamar seiring terbenamnya mentari di hari berkabut itu. Rumahku hening mencekam.
Anak perempuan bibiku masuk. Peristiwa begitu cepat terjadi. Orang-orang pun berdatangan. Suara menggaduh. Satu yang kutahu; Naura telah tiada. Naura meninggal dunia. Aku hampir tidak bisa membedakan siapa saja yang datang, juga tidak tahu apa yang mereka perbincangkan. Ya Allah, di manakah daku? Apa yang tengah terjadi? Aku tak berdaya, bahkan untuk menangis sekalipun. Beberapa saat kemudian, mereka memberitahuku bahwa ayah membawaku untuk mengucapkan perpisahan pada saudariku. Selain itu, mereka bilang aku menciumnya. Tidak ada yang kuingat selain satu hal, yaitu ketika aku melihatnya pucat pasi di ranjang kematian sempat membacakan ayat Al-Qur’an, ‘Dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan).’ Aku mulai menyadari sebuah hakikat;
‘Kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihaIau.’ (AI-Qiyamah: 29-30)
Tanpa sadar, malam itu aku menengok mushalla saudariku. Saat itu aku teringat dengan siapa aku berbagi kasih sayang ibu. Aku terkenang pada orang yang turut menanggung kesedihanku. Aku teringat pada sosok yang turut menghalau dukaku. Selain itu, aku juga teringat pada orang yang memohonkan hidayah Tuhan, dan yang menumpahkan air mata sepanjang malam saat meng­ajakku bicara tentang kematian dan hari penghitungan amal..
Ini malam pertama ia berada dalam kuburnya. Ya Al­lah, kasihanilah ia, dan sinarilah kuburnya. Ini mushafnya, ini sajadahnya, ini … dan ini … Bahkan, ini gaun bermotif bunga yang pernah diceritakan kepadaku, ‘Gaun ini akan kusimpan buat hari pernikahanku.’ Jika teringat pada semua itu, aku tak kuasa membendung air mata pe­nyesalan pada hari-hariku yang sia-sia. Aku terus menangis dan berdoa semoga Allah mengasihiku, menerima taubatku, dan memaafkanku. Aku juga berdoa semoga Allah meneguhkannya di kuburnya seperti yang sering ia mohon pada-Nya.
Entah mengapa, aku jadi bertanya-tanya pada diri sendiri, bagaimana jika yang meninggal dunia itu aku? Ke mana arah perjalananku? Karena rasa takut yang menyelimutiku, aku sengaja tidak mencari jawaban. Aku hanya menangis sedu sedan. Allahu Akbar!
Suara adzan subuh berkumandang, kali ini terasa sangat menyenangkan. Aku merasa damai dan tentram sembari mengulangi bacaan adzan. Kulipat bajuku, lalu berdiri melaksanakan shalat subuh. Aku shalat seperti or­ang yang akan segera mati, sebagaimana shalat yang dilakukan saudariku sebelumnya. Jika pagi aku tidak menunggu petang, dan jika petang aku tidak menunggu pagi. [Az-Zaman al-Qadim, hal.4]

Sumber: Kisah Orang Shaleh Dalam Mendidik Anak, Syaikh Ibrahim Mahmud, Pustaka al Kautsar
Monday, March 18, 2013 - By Unknown 0

Ajaib,Gempa Bumi Ubah Air Jadi Emas

Gempa bumi adalah momok yang mengerikan. Bayangkan, dalam satu abad, korban jiwa akibat bencana ini diperkirakan menelan 3,6 juta korban jiwa. Belum lagi kerugian material.
Namun, sebuah studi baru mengungkapkan, gempa bumi bisa mengubah air menjadi emas. Ini seperti cerita-cerita dari buku fiksi ilmiah. Tapi kejadian ini benar-benar terjadi.

Bagaimana itu bisa terjadi?
Kandungan emas telah tersimpan di dalam perut bumi selama milyaran tahun, dan manusia melakukan pencarian dengan bantuan gelombang seismik.
Namun, terjadinya gempa bumi telah mengguncang bebatuan emas. Memisahkan bebatuan itu menjadi beberapa bagian, dan memungkinkan beberapa bagian menguap menjadi cairan.
Menurut Jurnal New Scientist, para ahli geologi telah lama mengetahui emas terbentuk dari sebuah mineral yang kaya kandungan air. Mineral itu mengalir di bawah tanah akibat dari retakan gempa bumi, kemudian menyatu dengan kandungan emas.
Studi terbaru ini menunjukkan bahwa perubahan tekanan yang terjadi akibat gempa bumi telah membantu mineral itu mengalir menuju retakan-retakan batuan di bawah perut bumi.
Menurut Dion Weatherley, ahli geofisika di University of Queensland di Australia, yang menjadi kepala penelitian, dengan menggunakan beberapa model, para peneliti mampu menentukan mekanisme kuantitatif yang menghubungkan emas dan mineral.
"Gempa bumi telah membuka banyak celah di dalam perut bumi, kemudian dari celah itu muncul emas yang menguap. Pada akhirnya mineral mengalir di celah itu dan telah membawa kandungan emas," kata Weatherley, dilansir dari Science World Report, 18 Maret 2013.

Ia menjelaskan, cairan mineral yang kaya kandungan emas itu dapat dengan cepat menjadi zat padat. Itu terjadi karena penurunan suhu yang begitu cepat. "Tekanan udara telah membuat cairan menguap dan meninggalkan sebuah emas," jelasnya.
Emas yang terbentuk dari cairan mineral setelah terjadi gempa bumi tidak begitu banyak. Paling banyak cairan itu membawa satu dari seperjuta elemen yang berharga.
"Namun, zona gempa di kawasan Alpine Fault di Selandia Baru telah berhasil membangun tambang emas selama 100.000 tahun," tutup Weatherley.
Studi ini telah diterbitkan pada tanggal 17 Maret 2013 di Jurnal Nature Geoscience dengan judul Flash Vaporization during Earthquakes Evidenced by Gold Deposits.
Monday, March 18, 2013 - By Unknown 0

Seks Di Luar Angkasa Sebabkan Kematian





Sejumlah peneliti melakukan studi unik tentang reproduksi. Kendati terdengar tak lazim, para peneliti tersebut mengkaji bagaimana dampak reproduksi atau hubungan seks di luar angkasa pada kesehatan.
Ternyata, hasilnya mengejutkan. Para ilmuwan menemukan bahwa seks di ruang angkasa dapat menyebabkan masalah kesehatan yang parah, yaitu berpotensi menimbulkan penyakit otak, termasuk saraf dan kanker, bahkan mengancam jiwa.
Melalui penelitian ini, para ilmuwan ingin melihat sejauh mana gravitasi nol akan mempengaruhi proses reproduksi dan bagaimana dampaknya sejak sel sperma yang dikirimkan ke sebuah sel telur.
Ilmuwan melakukan uji coba pengiriman sel tersebut pada tanaman. Dari sini, ilmuwan mampu membuat hipotesa hasil proses reproduksi.

"Sama seperti selama reproduksi manusia, sel sperma pada tumbuhan dikirim ke sel telur dengan alat silinder," ujar ahli biologi dari Montreal University yang juga memimpin studi, Profesor Anja Geitmann, dikutip Dailymail, 18 Maret 2013.
"Tidak seperti alat pengiriman pada binatang, perangkat yang dipakai selama tanaman berhubungan seks terdiri dari sel tunggal, dan hanya dua sel sperma habis dalam setiap pengiriman," tambahnya.

Peneliti menemukan, jika ini diterapkan pada kasus manusia, dapat mengakibatkan kanker dan penyakit sel otak seperti Alzheimer.
Bagian dalam sel binatang dan tumbuhan, disebutkan seperti sebuah kota dengan beberapa pabrik-pabrik yang disebut organel. Organel ini berfungsi menghasilkan energi dan pengolah limbah.
Sedangkan sebuah jaringan intraseluler 'jalan raya' memungkinkan komunikasi antara "pabrik-pabrik" dan pengiriman antara mereka maupun bagian dalam sel dan lingkungan eksternal. Sel tumbuhan disebutkan memiliki sistem jalan raya yang sangat sibuk.

Dalam tes, sel tumbuhan yang ditempatkan ke dalam dengan mesin pemisah (centrifuge) besar bersama dengan kamera yang melekat pada mikroskop. Ini memungkinkan para peneliti untuk melacak secara real time bagaimana sel tersebut berkembang di gravitasi kuat yang dihasilkan oleh mesin.
"Berkat fasilitas di European Space Agency, saya bisa menentukan bagaimana hipergravitasi dan simulasi mikrogravitasi mempengaruhi perjalanan interseluler dalam tabung serbuk sari (penyerbukan) yang berkembang pesat," jelas rekan peneliti, Dr Youssef Chebli.
Dia menjelaskan, peneliti menemukan arus lalu lintas intraseluler, baik dampak hipergravitasi maupun mikrogravitasi, mempengaruhi konstruksi pembungkus sel dalam pertumbuhan sel.
"Hal ini memungkinkan kita tidak hanya memahami prinsip-prinsip umum dari mekanisme reproduksi pada tumbuhan tapi lebih penting lagi, bagaimana mesin transportasi intraseluler dalam sel eukariotik (sel inti pada binatang) mengubah kondisi gravitasi," katanya.
"Pada manusia, temuan ini memiliki implikasi atau efek yang sama, yang mungkin terjadi dalam sel manusia seperti neuron di mana transportasi jarak jauh intraseluler sangatlah penting," tegasnya.

Studi ini tampaknya sebagai peringatan saja. Pasalnya, manusia telah menjelajahi ruang angkasa selama lebih dari 50 tahun, dan sejak diperkenalkan percampuran awak pria dan wanita pada 1983, sampai saat ini praktik hubungan seksual masih diragukan.
Meski NASA tak melarang hubungan seks di ruang angkasa, tapi badan antariksa Amerika Serikat mempunyai kode etik dan standar profesional antarawak yang harus dipegang penuh, termasuk berhubungan intim.


sumber : viva.co.id
Monday, March 18, 2013 - By Unknown 0

10 Penanda Sikap Sudah Dewasa

Menjadi seorang yang dewasa membutuhkan sebuah proses pendewasaan yang matang.
Orang yang sudah dewasa memiliki banyak kelebihan daripada seorang yang masih labil dari jati dirinya sendiri.Menjadi dewasa bukanlah pilihan tetapi keharusan untuk hidup lebih baik dari sebelumya.
Ciri-ciri orang dewasa dapat diketahui yaitu,

1. Selalu bertanggung jawab atas apa yang diperbuat
2. Mampu menghadapi tantangan dengan baik meskipun gagal tetapi tidak menyerah

3. Dapat bersyukur dimasa-masa sulit,biasanya orang yang masih labil akan sulit bersyukur dimasa-masa sulit yang ada malah memberontak
4. Dapat mengubah kekurangan menjadi kelebihan.Tentunya hal ini diawali dari sikap bersyukur terlebih dahulu
5. Memberikan yang terbaik sangat melakukan tindakan
6. Dapat berpikir bijak walaupun di situasi sulit
7. Dapat mengontrol amarah saat ada sesuatu yang menyakitkan hati
8. Tidak gegabah dan selalu berpikir matang sebelum bertindak
9. Dapat memanfaatkan situasi untuk hasil yang lebih baik
10. Memiliki prinsip hidup yang kuat

Dari 10 ciri-ciri diatas,sudah berapa ciri-ciri yang menyerupai kehidupan anda?
Jika ada 5 ciri-ciri diatas dalam diri anda,berarti anda sudah dewasa.Tetapi bila belum ada 5 dari ciri-ciri diatas,berarti anda belum dewasa.
Be smart . . tetap lah temukan jadi diri anda sampai anda merasa sudah benar-benar dewasa
Wednesday, March 13, 2013 - By Unknown 0

Introspeksi Untuk Orang Tua Dan Anak

-Anak terkadang berfikir orang tuanya pilih kasih terhadap saudaranya
-Anak terkadang merasa terkekang oleh orang tuanya
-Anak terkadang merasa lebih pintar dan membantah nasihat orang tuanya
-Anak terkadang merasa bahwa dirinya tidak di sayang
-Anak terkadang memperhitungkan ­segala sesuatu yang telah ia lakukan untuk orang tuanya
-Anak terkadang membingungkan harta warisan
- Anak terkadang menganggap remeh sesuatu pekerjaan yang telah diberikan
-Anak terkadang membentak orang tuanya saat berbicara

>>>>8 Fakta yang Tidak Diketahui Oleh Anak
1. Anak sering tidak mengerti jika di balik sepengetahuannya orang tuanya selalu memuji anak di depan saudaranya
2. Anak sering tidak mengerti bahwa semua yang dilakukan orang tuanya hanya untuk kebaikan masa depan anak
3. Anak sering tidak mengerti bahwa orang tuanya telah menjalani kehidupan yang lebih keras dibanding anak
4. Anak sering tidak mengerti bahwa di setiap doa dan harapan orang tua nama anak selalu di ingat dan disebut
5. Orang tua jarang sekali memberitahukan mengenai pengorbanannya selama melahirkan anda
6. Orang tua telah mempersiapkan warisan terbaik (tidak selalu harta) untuk anaknya, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menyerahkan
7. Orang tua tidak rela melihat anaknya hidup bersusah-susah di tempat orang lain.
8. Anak tidak mengerti setiap kali ia membentak, hati orang tua akan bergetar dan menyebabkan umurnya lebih pendek

Semoga kita bisa belajar dari kejadian sehari hari ...AMIN
Wednesday, March 13, 2013 - By Unknown 0

© 2014 BACA SAJA. WP Theme-junkie converted by Bloggertheme9
Powered by Blogger.
back to top